Jumat, 22 Juni 2007

Berjuang untuk Sekolah

Sekolah adalah perjuangan. Sebagaimana tampak dalam foto ini.

Momen ini saya peroleh ketika bertugas mengambil objek-objek kelistrikan dari PLN Wilayah Lampung pada tanggal 19 - 22 Apri 2007.

Peristiwa itu terjadi di sebuah jalan di Kabupaten Metro, Lampung. Dari jok depan sebelah sopir, moment itu saya jepret.

Sementara di sudut jalan lain, seorang ibu yang gigih mengisi hari-harinya untuk menopang ekonomi keluarga.

Demi harapan dan cita-citra buah hati.

Bagai untaian cinta dalam syair Iwan Fals:

Ibuku sayang,
masih terus berjalan
Walau tapak kaki,
penuh darah penuh nanah

Seperti udara
kasih yang engkau berikan
Tak mampu ku membalas...

Cerita Sahabat Kecil

Berbicara dunia anak memang tidak pernah habis.

Masa Indah penuh lucu. Wajah-wajah polos.

Juga kadang bikin trenyuh.

Bagi orang tua, masa ini adalah kombinasi kebahagiaan sekaligus malam-malam panjang.

Namun saat pagi tiba, rasa penat hilang menjadi keriangan penuh semangat.
Seiring bertambahnya umur si buah hati, rasa cinta makin kuat.

Tidak hanya belaian lembut kasih seorang ibu

Juga, sebongkah cinta besar sang ayah.

Tantangan, perjuangan hidup, bahkan penderitaan, semuanya sirna dilibas oleh cinta.
Lalu si kecilpun mulai berbicara:

"Ayah... Bunda... aku akan teruus belajar. Kelak, jika sudah besar, aku hanya ingin membuatmu bahagia...!"

"Yaa Allah, kabulkanlah harapan anak-anak kami!"

Pada Sebuah Kapal

Perjalanan menyebarang lautan antara Pelabuhan Merak dan Bakauheni, 19 April 2007, memberikan pengalaman tersendiri. Apalagi, ini adalah pengalaman pertama saya naik kapal laut.
Dan, di atas KRI Baruna inilah, beberapa moment indah sulit untuk saya dilewatkan: sopir-sopir yang lelah dalam kantuk; wajah-wajah yang termenung; lorong buritan; serta lautan biru nan membentang.
Merak adalah sebuah pelabuhan di Kota Cilegon, Banten yang menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera via perhubungan laut Selat Sunda.

Setiap harinya, ratusan feri penyeberangan melayani arus penumpang dan kenderaan dari dan ke Pulau Sumatra melalui Pelabuhan Bakauheni di Lampung.

Diperlukan waktu dua jam rata-rata perjalanan antara Merak-Bakauheni atau sebaliknya.

Aroma laut yang khas. Terpaan angin nan kencang. Riuh dentuman musik karaoke dangdut di ruang VIP ber AC. Semuanya meninggalkan satu cerita dan kesan.

Pada kapal-kapal lain mungkin ditemukan cerita lain.