Minggu, 09 September 2012

Artefak seni musik


“Lokananta”

Sebuah Museum Artefak
Perjalanan saya kali ini tertuju ke sebuah bangunan yang mempunyai andil dalam perkembangan seni music negeri ini. Berbekal hobi mendengarkan music dengan format vinyl (Piringan hitam ). Ketertarikan sya terhadap lempengan suara tersebut tergolong masih baru dibandingkan teman teman lain yang sudah lebih lama menikmati irama dalam lempengan vinyl tersebut.
Sebutlah awal tahun 2000 an ketika saya kerap melintasi jalan Surabaya, Menteng. Rasa penasaran setiap melihat pemilik kios menyetel lagu lagu tempo dulu dalam format lempengan hitam itu.
Dari situlah sekarang saya termasuk penikmat music dalam format Vinyl, hal ini membuat penasaran saya untuk bisa menjejakkan kaki di museum Lokananta.

Lokananta adalah perusahaan rekaman musik (label) pertama di Indonesia yang didirikan pada tahun 1956 dan berlokasi di Solo, Jawa Tengah. Sejak berdirinya, Lokananta mempunyai dua tugas besar, yaitu produksi dan duplikasi piringan hitam dan kemudian cassette audio. Mulai tahun 1958, piringan hitam mulai dicoba untuk dipasarkan kepada umum melalui RRI dan diberi label Lokananta yang kurang lebih berarti "Gamelan di Kahyangan yang berbunyi tanpa penabuh".
Semenjak tahun 1983 Lokananta juga pernah mempunyai unit produksi penggadaan film dalam format pita magnetik (Betamax dan VHS).


Melihat potensi penjualan piringan hitam maka melalui PP Nomor 215 Tahun 1961 status Lokananta menjadi Perusahaan Negara. Lokananta sekarang menjadi salah satu cabang dari Perum Percetakan Negara RI. Sebagai Perum Percetakan Negara RI cabang Surakarta kegiatannya antara lain :

1. Recording 2. Music Studio 3. Broadcasting 4. Percetakan dan Penerbitan
Lokananta sampai sekarang masih mempunyai koleksi ribuan lagu-lagu daerah dari seluruh Indonesia (Ethnic/World Music/foklor) dan lagu-lagu pop lama termasuk diantaranya lagu-lagu keroncong. Lokananta telah melahirkan beberapa penyanyi ternama di Indonesia.
Beberapa lagu penyanyi legendaris "Waldjinah"


Koleksinya antara antara lain terdiri musik gamelan Jawa, Bali, Sunda, Sumatera Utara (batak) dan musik daerah lainnya serta lagu lagu folklore ataupun lagu rakyat yang tidak diketahui penciptanya. Rekaman gending karawitan gubahan dalang kesohor Ki Narto Sabdo, dan karawitan Jawa Surakarta dan Yogya merupakan sebagian dari koleksi yang ada di Lokananta. Tersimpan juga master lagu berisi lagu-lagu dari penyanyi legendaris seperti Gesang, Waldjinah, Titiek Puspa, Bing Slamet, dan Sam Saimun. Lokananta mempunyai koleksi lebih dari 5.000 lagu rekaman daerah. Terdapat pula rekaman pidato-pidato kenegaraan Presiden Soekarno.
Salah satu dokumen penting Lagi "Indonesia Raya"



Salah Satu karya musik produksi Lokananta adalah merekam lagu Rasasayange bersama dengan lagu daerah lainnya dalam satu piringan hitam. Piringan hitam ini kemudian dibagikan kepada kontingen Asian Games pada tanggal 15 Agustus 1962. Lagu Rasa sayange yang merupakan lagu foklore dari Maluku yang telah menjadi musik rakyat Indonesia.

2 komentar:

idea foto mengatakan...

Selamat siang
Bagi temen semua yang memiliki Piringan Hitam dan sudah tidak di pakai lagi mohon kiranya memberikan info kepada kami.
Terimakasih.

idea foto mengatakan...

Selamat siang
Bagi temen semua yang memiliki Piringan Hitam dan sudah tidak di pakai lagi mohon kiranya memberikan info kepada kami.
Terimakasih.